Minggu, 19 Maret 2017

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Analisis mengenai penentuan kegiatan ekonomi Negara, belum tentu sesuai dengan realiti yang sebenarnya oleh karena kegiatan ekonomi yang digambarkan belum sepenuhnya sesuai dengan keadaan dalam perekonomian.  Dua kegiatan pengeluaran yang penting dalam setiap ekonomi, yaitu ekspor dan impor. Oleh karena itu analisis mengenai keseimbangan pendapatan nasional perlu disempurnakan dengan memperhatikan pula efek kegiatan perdagangan luar negeri, yaitu ekspor dan impor terhadap pengeluaran agregat, pendapatan nasional dan tingkat kegiatan suatu perekonomian. Apabila kegiatan ekspor dan impor diperhitungkan dalam penentuan keseimbangan pendapatan nasional, maka analisis mengenai kegiatan ekonomi dalam suatu Negara telah sepenuhnya menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam realitas.
Ketika perekonomian disebut, “terbuka,” berarti pengeluaran negara di tiap tahun tertentu tidak sama dengan output barang dan jasanya. Suatu negara bisa melakukan pengeluaran lebih banyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari luar negeri, atau bisa melakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi pinjaman pada negara lain.
Pada perekonomian terbuka, di dalam perekonomian terdapat empat sektor pelaku yaitu, sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah, dan sektor luar negeri. Untuk menentukan besarnya pendapatan nasional pada perekonomian terbuka sama dengan perkonomian tiga sektor, yaitu dengan menjumlahkan pengeluaran dari sektor-sektor ekonomi. Pengeluaran sektor luar negeri ini berupa ekspor (X) dan impor (M) dan selisih antara nilai ekspor dengan nilai impor (X-M) disebut dengan ekspor netto. Besar kecilnya permintaan barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara oleh negara lain sangat tergantung pada tingkat pendapatan mereka. Oleh karena itu, dalam ekonomi makro permintaan ekspor dianggap tetap.

  
 
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Perekonomian Terbuka?
2.      Bagaiamana Sirkulasi Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka?
3.      Apa Saja Syarat Keseimbangan Perekonomian Terbuka?
4.      Bagaimana Keseimbangan Dalam Perekonomian Terbuka?
5.      Apa Saja Perubahan-Perubahan Keseimbangan?


C.   Tujuan Penulisan
1.      Agar Mengetahui Pengertian Perekonomian Terbuka.
2.      Agar Mengetahui Sirkulasi Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka.
3.      Agar Mengetahui Syarat Keseimbangan Perekonomian Terbuka.
4.      Agar Mengetahui Keseimbangan Dalam Perekonomian Terbuka.
5.      Agar Mengetahui Perubahan-Perubahan Keseimbangan.




BAB II
PEMBAHASAN

    A.  Pengertian Perekonomian Terbuka
      Perekonomian terbuka adalah perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain. Ketika perekonomian disebut, “terbuka,” berarti pengeluaran negara di tiap tahun tertentu tidak sama dengan output barang dan jasanya. Suatu negara bisa melakukan pengeluaran lebih banyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari luar negeri, atau bisa melakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi pinjaman pada negara lain. Mari kita lihat perhitungan pendapatan nasional untuk menjelaskannya.
         
         Rumus Umum Dalam Penentuan Pendapatan Nasional pada perekonomian terbuka   Y = C + I + G + NX  Kurangi C dan G dari kedua sisi untuk mendapatkan Y – C – G = I + NX.  Ingat bahwa Y – C – G adalah tabungan nasional S, jumlah tabungan perseorangan, Y – T – C, dan tabungan masyarakat , T – G, di mana T adalah pajak. S = I + NX Dengan mengurangi  I dari kedua sisi persamaan tersebut, kita bisa menulis identitas perhitungan pendapatan nasional sebagai S – I = NX
Keterangan :
Y                    =   Pendapatan Nasional
C                  =  Konsumsi Rumah Tangga
I                     =  Investasi sektor usaha dan Rumah tangga
G                   = Pengeluaran Pemerintah
NX                 = Ekspor netto atau permintaan luar negeri netto
                        (EX – IM)  / Neraca Perdagangan
ΓΌ  Y –C – G    =    S ( Tabungan Nasional )
        
    Setelah beberapa manipulasi, identitas pos pendapatan nasional dapat ditulis ulang sebagai : NX = Y - (C + I + G)
Persamaan ini menunjukkan bahwa dalam perekonomian terbuka,  pengeluaran domestik tidak perlu sama dengan output barang dan jasa. Jika output melebihi pengeluaran domestik, kita mengekspor selisihnya : ekspor neto adalah positif. Jika output kurang dari pengeluaran domestik,  kita mengimpor selisihnya : ekspor neto adalah negatif.


B.     Sirkulasi Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka
          Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan Negara-negara lain di dunia ini, karena kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang pentingnya dalam kegiatan setiap perekonomian. Dalam ekonomi yang melakukan perdagangan luar negeri, aliran pendapatan dan pengeluaran dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila aliran aliran pendapatan dan pengeluaran diperhatikan maka akan didapati bahwa aliran yang berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan perekonomian tiga sector sebagai akibar dari wujudnya kegiatan ekspor dan impor.
          Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan dalam negeri ke luar Negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk ke sector perusahaan.

Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini akan menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional.

Secara fisik, impor merupakan pembelian dan pemasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri atau ke dalam suatu perekonomian. Aliran barang ininakan menimbulkan aliran keluar dari aliran pengeluaran dari sector rumah tangga ke sector perusahaan. Aliran keluar ini yang akan menyebabkan menurunya pendapatan nasional.

          Sebagaimana dari penjelasan sebelumnya, bahwa ekspor dan impor mempengaruhi kegiatan dalam suatu perekonomian dan sirkulasi pendapatan yang berlaku. Penggunaan faktor-faktor produksi oleh sector perusahaan akan mewujudkan aliran pendapatan ke sector rumah tangga. Aliran pendapatan ini meliputi gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa dalam perekonomian terbuka pengeluaran agregat meliputi lima jenis pengeluaran, yaitu :

1.  Pengeluaran konsumsi rumah tangga k eats barang barang yang dihasilkan didalam negeri.   (Cdn)
2.   Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sector perusahaan menghasilkan barang dan jasa.
3.   Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh didalam negeri. (G)
4.   Ekspor, yaitu pembelian Negara lain ke atas barang buatan perusahaan-perusahaan didalam negeri. (X)
5.   Barang impor, yaitu barang yang dibeli dari luar negeri. (M)
          Dengan demikian komponen pengeluaran agregat dalam perekonomian terbuka adalah pengeluaran rumah tangga ke atas barang buatan dalam negeri, investasi, pengeluaran pemerintah, pengeluaran ke atas barang buatan dalam negeri (ekspor). Pengeluaran agregat ini tersebut (AE) dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus :
AE = Cdn + I + G + X + M



C.   Syarat Keseimbangan Perekonomian Terbuka

Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan di mana (i) penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, dan (ii) suntikan sama dengan bocoran. Uraian berikut akan menerangkan bagaimana keadaan tersebut tercapai dalam perekonomian terbuka.
– Penawaran dan Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian Terbuka
Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan di dalam negeri terdiri dari dua golongan barang; (i) yang diproduksi di dalam negeri dan meliputi pendapatan nasional (Y), dan (ii) yang diimpor dari luar negeri. Dengan demikian dalam perekonomian terbuka penawaran agregat atau AS terdiri dari pendapatan nasional (Y) dan impor (M). Dalam formula :
AS = Y + M


Uraian sebelum ini mengenai sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka telah menunjukkan bahwa pengeluaran agregat ( AE) meliputi lima komponen berikut :
pengeluaran rumah tangga ke atas barang produksi dalam negeri (Cdn), investasi swasta (I), pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X) dan pengeluaran ke atas impor (M). Dalam persamaan :

 AE = Cdn + I +G + X + M

Pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran ke atas barang dalam negeri dan pengeluaran ke atas barang impor. Maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut :
C = Cdn + M

.
Berdasarkan persamaan diatas, persamaan AE boleh disederhanakan menjadi :
AE = C + I + G + X
 Di mana nilai C meliputi pengeluaran ke atas produksi dalam negeri dan barang yang diimpor.Dalam setiap perekonomian (apakah ia terdiri dari dua sektor, tiga sektor atau empat sektor) keseimbangan pendapatan nasional dicapai apabila penawaran agregat (AS) sama dengan penggeluaran agregat (AE). Dengan demikian, dalam perekonomian terbuka keseimbangan pendapatan nasional akan tercapai apabila :
Y + M = C + I + G + X
Atau :
Y = C + I + G + ( X – M )

Suntikan dan Bocoran dalam Perekonomian Terbuka
Dalam pendekatan suntikan-bocoran, keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka dicapai dalam keadaan berikut :
I + G + X = S + T + M
Uraian beikut menerangkan mengapa kesamaan tersebut perlu dicapai untuk menentukan keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka.



   D.  Keseimbangan Dalam Perekonomian Terbuka
    
       Apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri tiga sektor, keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan: Y = C + I + G. Dengan demikian pendapatan nasional adalah Y. Apabila perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka, akan timbul dua aliran pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Ekspor akan menambah pengeluaran agregat manakala impor akan mengurangi pengeluaran agregat. Dengan demikian, apabila perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke ekonomi terbuka, pengeluaran agregat akan bertambah sebanyak ekspor neto, yaitu sebanyak ( X – M). Nilai ekspor neto ini perlu ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian tertutup ( AE = C + I + G ) dan akan diperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekonomi empat sektor , yaitu : AE = C + I + G + ( X – M ).
Sebagai akibat dari perubahan ini keseimbangan pendapatan nasional pindah dari Eo menjadi E1 , dan menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y3 (pendapatan nasional dalam perekonomian tertutup ) menjadi Y4 (pendapatan nasional untuk perekonomian terbuka). Patut disadari bahwa fungsi AE = C + I +G + ( X – M ) tidak sejajar dengan AE = C + I + G dan dengan fungsi konsumsi (C). Keadaan demikian berlaku karena impor (M) nilainya sebanding (proportional) dengan pendapatan nasional, maka fungsi AE = C + I +G + ( X – M ) lebih landai.
Keseimbangan pendapatan nasional menurut suntikan-bocoran yaitu apabila dimisalkan ekonomi terdiri dari tiga sektor, keseimbangan dicapai pada Eo yaitu apabila S + T = I + G dan pendapatan nasional adalah Y3. Perubahan dari perekonomian tertutup menjadi perekonomian terbuka, menyebabkan :
(i) Suntikan bertambah sebanyak X, dari I + G menjadi I + G + X. Perubahannya sejajar  karena ekspor adalah pengeluaran otonomi.

  (ii) Bocoran bertambah sebanyak M, dari S + T , menjadi S + T + M. Fungsi S + T + M bermula dari garis asal S + T dan semakin menjauhi S + T karena M adalah pengeluaran terpengaruh ( sebanding dengan pendapatan nasional ).
Dengan demikian, efek dari perubahan dalam (i) dan (ii) dalam perekonomian terbuka keseimbangan akan dicapai dar E3, yaitu pada persilangan di antara I + G + X dan S + T + M. Maka pendapatan nasional dari ekonomi empat sektor adalah Y4.
Dalam perekonomian terbuka pendapatan nasional adalah sama dengan pengeluaran-pengeluaran berikut : pengeluaran rumah tangga terhadap produksi dalam negeri, tabungan rumah tangga, pajak perusahaan dan individu yang dibayar dan pengeluaran ke atas barang impor. Dalam persamaan :

Y = Cdn + S + T + M
Oleh karena kesamaan di atas maka apabila Y = Cdn dengan sendirinya S + T + M = 0


  E.  Perubahan-Perubahan Keseimbangan

     Perubahan pengeluaran rumah tangga, perubahan komponen-komponen suntikan (I, G dan X ) dan perubahan komponen-komponen bocoran ( S, T atau M ) akan menimbulkan perubahan ke atas keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam pengeluaran rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan pendapatan nasional. Kenaikan pengeluaran agregat juga akan  menimbulkan proses multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan nasional adalah lebih besar dari pertambahan pengeluaran agregat yang berlaku. Dalam ekonomi empat sektor nilai multiplier adalah lebih kecil dari dalam ekonomi tiga sektor.   Sebabnya adalah karena dalam perekonomian terbuka dimisalkan impor adalah sebanding dengan pendapatan nasional, yaitu persamaan impor adalah M = m Y. Nilai m menyebabkan tingkat “bocoran” (presentasi dari pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk menimbulkan proses multiplier selanjutnya ) menjadi bertambah besar.


     Perubahan komponen yang meliputi bocoran ( S, T atau M ) akan menimbulkan akibat yang sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan, atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan menyebabkan pendapatan nasional berkurang lebih besar dari kenaikan bocoran.






                                                                            BAB III 
PENUTUP

A.          Kesimpulan
Berdasarkan uraian bahasan “ Keseimbangan dalam Perekonomian Terbuka “ dapat disimpulkan bahwa :
1.    Perekonomian terbuka merupakan suatu Negara yang mempunyai hubungan dengan Negara-negara lain. Dalam perekonomian terbuka sebagian produksi dalam negeri diekspor atau dijual ke luar negeridan di samping itu terdapat pula barang di Negara itu yang di impor dari Negara-negara lain. Perekonomian terbuka dinamakan juga sebagai ekonomi empat sector,yaitu suatu ekonomi yang dibedakan kepada empat komponen berikut : rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sector luar negeri.
2.   Dengan demikian, sejauh nama ekspor dan impor mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional tergantung kepada ekspor neto. Apabila ekspor neto positif, maka pengeluaran agregat dalam ekonomi akan bertambah. Keadaan ini akan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

B.           Saran
Bertolak dari pembahasan Keseimbangan dalam Perekonomian Terbuka penyusun memberikan saran sebagai berikut :
1.   Beroganisasi sudah diatur dalam undang – undang nomor 8 tahun 1985, maka organisasi sudah sepatutnya mematuhi peraturan yang berlaku.
2.   Bagi pembaca penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA

Sukirno, Sadono.2011.Makroekonomi Teori Pengantar edisi ketiga
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Tedy Herlambang, Sugiato, Brastoro, dan Said Kelana., Ekonomi Makro,
(Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001

Pratama Rahardja dan Mandala Manurung pegantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi), Edisi Ketiga
              Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.